Lebih lanjut, prospek dapat diturunkan jika ada indikasi bahwa WIKA tidak mampu memenuhi kewajiban pokok atau kupon yang jatuh tempo.
"Prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa perubahan peringkat jika WIKA menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja bisnis dan profil keuangannya, sambil mempertahankan pembayaran tepat waktu dan berkelanjutan atas kewajiban pokok dan kupon," tutur Pefindo.
Per 31 Desember 2025, pemegang saham WIKA pemerintah Indonesia melalui saham Dwiwarna, PT Danantara Asset Management (Persero) (91,02 persen) dan publik(8,98 persen).
(DESI ANGRIANI)