Peringkat BBCA dapat diturunkan jika terjadi penurunan berkelanjutan dalam posisi bisnis atau profil keuangannya, terutama terkait kualitas aset dan profitabilitas.
Per 31 Desember 2024, BBCA dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan (dengan kepemilikan akhir oleh Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono) sebesar 54,94 persen. Sementara sisanya 45,06 persen dimiliki oleh publik.
Pada Jumat (7/3/2025), saham BBCA turun tipis 0,56 persen ke harga Rp8.925 dengan nilai transaksi sentuh Rp736,6 miliar. Pada saat pengumuman peringkat, saham BBCA tercatat menguat 1,69 persen ke harga Rp9.000.
Dalam sepekan, saham BBCA rebound 5,93 persen tapi masih minus sebesar 4,55 persen dalam satu bulan.
(DESI ANGRIANI)