Meski terkoreksi tajam, harga emas masih menguat 13,25 persen sepanjang bulan ini, sekaligus mencatatkan kenaikan bulanan keenam secara beruntun.
Namun, dalam sepekan harga emas terkoreksi 1,85 persen.
Indeks dolar AS naik 0,7 persen, bangkit dari posisi terendah empat tahun yang dicapai awal pekan ini.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
“Januari 2026 telah berakhir dan akan tercatat sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia,” kata Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA Nicky Shiels dalam catatannya.
Ia menyebut level USD4.600 untuk emas, USD80 untuk perak, dan USD2.000 untuk platinum sebagai target penurunan yang masuk akal.