Meski demikian, Indo Premier Sekuritas masih mempertahankan pandangan bullish terhadap emas.
Koreksi harga emas saat ini dinilai justru dapat menjadi peluang untuk masuk, terutama setelah utang nasional Negeri Paman Sam telah menembus USD40 triliun.
Menurut Ryan, langkah Departemen Keuangan AS yang menggandakan porsi pembelian kembali obligasi berjangka panjang berpotensi membuat kenaikan suku bunga justru meningkatkan beban bunga pemerintah akibat kebutuhan penerbitan US Treasury bills yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat menekan indeks dolar AS (DXY) dalam jangka menengah hingga panjang, yang pada akhirnya menjadi katalis positif bagi harga emas.
Batu Bara Termal dan Kokas Menguat
Sementara itu, harga batu bara termal dan batu bara kokas masing-masing melonjak sekitar 3-9 persen secara bulanan sepanjang Agustus 2026.