Sementara untuk batu bara kokas, Indo Premier Sekuritas juga masih memberikan pandangan bullish. Namun, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dinilai lebih sulit menikmati manfaat kenaikan harga karena terdampak kekeringan di bagian hulu Sungai Barito.
Nikel Paling Kurang Disukai
Berbeda dengan emas dan batu bara, nikel menjadi komoditas yang paling kurang disukai Indo Premier Sekuritas.
Harga bijih nikel kini telah bergerak mendekati Harga Patokan Mineral (HPM), dengan premi hanya sekitar USD1 per wet metric ton (wmt) untuk kadar 1,6 persen.
Kondisi tersebut terjadi seiring membaiknya produksi bijih nikel akibat cuaca yang lebih kering.
Bahkan, berdasarkan pemeriksaan lapangan Indo Premier Sekuritas hingga Agustus 2026, belum ada perusahaan tambang yang secara resmi menerima tambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).