Respons positif juga datang dari pelaku industri. Direktur BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menambah alokasi investasi saham secara bertahap hingga 20-25 persen dari total dana kelolaan.
Saat ini, porsi investasi saham BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 12-13 persen dari total dana kelolaan sekitar Rp900 triliun, meningkat signifikan dibandingkan alokasi per Maret 2025 yang masih sebesar 6,8 persen.
Edwin menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga tengah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan terkait kemungkinan penerapan mekanisme pembatasan kerugian investasi (cut-loss) dengan syarat dan ketentuan tertentu, guna memperkuat manajemen risiko portofolio.
Sejalan dengan langkah pemerintah, OJK dan BEI sebelumnya telah mengumumkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup penyediaan data kepemilikan emiten yang lebih rinci sesuai standar MSCI, serta rencana menaikkan ketentuan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen dalam waktu dekat.
Serangkaian kebijakan ini direspons positif oleh pasar. Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG menguat 1,18 persen dan melanjutkan rebound setelah koreksi tajam sehari sebelumnya.