Selain itu, 2025 menandai peningkatan awal perseroan dalam produksi micro drama, format konten pendek baru yang dirancang untuk menangkap permintaan yang meningkat untuk hiburan yang mengutamakan pengguna seluler. Pergeseran strategis ini mencerminkan pendekatan MSIN untuk memprioritaskan kualitas konten dan inovasi format, sambil terus memperluas saluran kontennya di berbagai platform seperti Vision+ dan RCTI+.
Sebagai hasil dari hal tersebut di atas, laba kotor meningkat menjadi Rp1,10 triliun pada 2025, mewakili peningkatan 9 persen YoY dibandingkan dengan Rp1,01 triliun pada 2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan di seluruh segmen bisnis utama perseroan.
Margin laba kotor berada di angka 29 persen pada 2025, dibandingkan dengan 31 persen pada 2024, terutama mencerminkan beban langsung yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan investasi dalam produksi konten premium dan peningkatan pada pengembangan micro drama untuk mendukung perluasan platform digital perseroan, termasuk Vision+ dan RCTI+.
Pergerakan margin juga mencerminkan biaya pembelian media yang lebih tinggi dalam operasi agensi media MSIN karena aktivitas periklanan terus berkembang selama tahun tersebut.
MSIN mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,04 triliun pada 2025, mewakili peningkatan 33 persen YoY dari Rp779 miliar pada 2024, dengan margin EBITDA menjadi 27 persen dari 24 persen pada tahun sebelumnya.