sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Polri Sebut Blackout di Sumatera Karena Fakfor Cuaca Buruk

News editor Putranegara Batubara
25/05/2026 10:59 WIB
Bareskrim Polri menyatakan bahwa pemadaman lampu atau blackout di beberapa wilayah Sumatera akibat dari faktor cuaca buruk yang terjadi.
Polri Sebut Blackout di Sumatera Karena Fakfor Cuaca Buruk (FOTO:iNews Media Group)
Polri Sebut Blackout di Sumatera Karena Fakfor Cuaca Buruk (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bareskrim Polri menyatakan bahwa pemadaman lampu atau blackout di beberapa wilayah Sumatera akibat dari faktor cuaca buruk yang terjadi. 

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyebut, polisi langsung melakukan identifikasi awal pada Jumat tanggal 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB. Dalam hal itu diketahui telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 KV jalur Muara Bungo - Sungai Rumpeh di wilayah Jambi. 

"Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera," kata Nunung dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). 

Dia menuturkan, gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai. 

"Sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan," ujar Nunung. 

Menurut Nunung, pemeriksaan awal di lapangan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri berlangsung lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan.

"Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," tutur Nunung. 

Sebelumnya, tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri tengah menyelidiki penyebab blackout atau pemadaman listrik massal di beberapa wilayah Sumatera yang terjadi sejak Jumat, 22 Mei 2026. 

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni menyebut penyelidikan dimulai dengan menerjunkan tim ke desa Tempino, Mestong, Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu (24/5/2026).

Irhamni menyebut proses penyelidikan tim ke lokasi turut didampingi pihak Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN untuk melakukan pengecekan bersama dan mendapati adanya konduktor putus yang belum diketahui penyebabnya.

“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut. 
Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” tuturnya.

Sementara, PT PLN (Persero) menyatakan, blackout atau pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat (22/5) sejak pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya.

Darmawan mengatakan, sejak awal gangguan terjadi, sekitar pukul 18.44 WIB, Jumat (22/5), PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan. Ia menjelaskan dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali.

Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.

Ia menjelaskan, proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai respons cepat untuk mempercepat pemulihan awal.

“Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” kata dia.

Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatera. Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.



(kunthi fahmar sandy) 

Advertisement
Advertisement