Tumiyono mengungkapkan, kinerja perseroan pada 2026 memiliki prospek positif seiring dengan nilai konsumsi global komoditas pertanian dan perikanan yang diproyeksi tumbuh sebesar 13 persen.
Secara khusus, konsumsi daging sapi dan unggas masing-masing akan tumbuh 21 persen dan 13 persen pada 2034. Di mana negara dengan pertumbuhan konsumsi daging terbesar di antaranya China, India, Brasil, Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Sementara itu, prospek positif industri pangan tanah air juga didukung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kinerja perseroan 2026 dan ke depannya diproyeksikan semakin membaik seiring dengan berbagai katalis positif dari industri pangan global dan tanah air serta didukung dengan strategi efisiensi dan rencana strategis Perseroan kedepannya,” tuturnya.
Untuk memperkuat struktur permodalan, perseroan berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru.