Sementara itu, pada segmen konstruksi, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh progres penyelesaian proyek pembangunan fasilitas pendukung grup pada area operasional di Sumatera Selatan.
Dari sisi profitabilitas, kata Elbert, RMKO berhasil menekan kerugian sebesar 14,8 persen YoY dengan saldo rugi sebesar Rp47,4 miliar pada semester I-2026. Meski masih membukukan kerugian, perseroan berhasil mengelola arus kas dari aktivitas operasional secara positif sebesar Rp42,8 miliar, mencerminkan perbaikan kualitas kinerja operasional.
Rasio keuangan perseroan juga tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio debt-to-equity ratio (DER) sebesar 0,45 kali.
Sementara itu, Direktur Utama RMKO William Saputra menyampaikan optimisme perseroan terhadap pencapaian target volume angkutan batu bara hingga akhir tahun.