Berdasarkan kontribusi masing-masing segmen, laba bersih dari segmen properti mencapai Rp525,5 miliar, meningkat 330,7 persen secara tahunan. Segmen konstruksi menyumbang Rp133,4 miliar, turun 14,9 persen.
Sementara itu, segmen perhotelan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp34,9 miliar. Meski demikian, kerugian tersebut membaik 74,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, posisi kas SSIA tercatat sebesar Rp928,9 miliar pada September 2026, turun 15 persen dibandingkan Rp1,09 triliun pada Juni 2026. Penurunan tersebut terutama disebabkan kebutuhan pendanaan untuk akuisisi lahan dan biaya pengembangan lahan di kawasan Subang Smartpolitan.
Adapun utang berbunga perseroan tercatat sebesar Rp2,24 triliun, turun 1,2 persen dibandingkan Rp2,27 triliun pada Juni 2026. Sementara rasio utang terhadap ekuitas atau gearing ratio berada di level 26 persen.
(Shifa Nurhaliza Putri)