Tak hanya itu, Perseroan juga berhasil menorehkan laba usaha sebesar Rp301,53 miliar, naik Rp222,84 miliar atau 283,21 persen dibanding periode sama di 2025 yang sebesar Rp78,68 miliar.
Di lain pihak, EBITDA BNBR sepanjang enam bulan pertama 2026 juga positif, dengan capaian senilai Rp423,04 miliar, naik signifikan Rp295,21 miliar atau 230,93 persen dibanding periode sama 2025 yang masih Rp127,83 miliar.
"Kami tentu bersyukur mampu mencatatkan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian dan kondisi ekonomi global yang tidak kunjung menentu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa strategi, resiliensi, adaptabilitas, serta kerja keras seluruh tim mulai menunjukkan hasil," ujar Anindya.
Anindya menjelaskan, lonjakan pendapatan bersih BNBR ditopang oleh kenaikan pendapatan sejumlah unit usaha, antara lain kenaikan pendapatan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group yang naik Rp 450,76 miliar (256,1 persen) sebagai dampak konsolidasi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Lalu juga capaian kinerja PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group yang naik Rp232,58 miliar (56,2 persen), serta PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group yang naik Rp120,96 miliar (10,2 persen).
(taufan sukma)