“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani,” kata Rivan dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data perusahaan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek masih menjadi ruas yang menyumbang pendapatan terbesar bagi Jasa Marga. Sepanjang Januari-Juni 2026, tol yang juga dikenal dengan nama Tol Japek tersebut memberikan pendapatan sebesar Rp935,6 miliar. Lalu di posisi kedua ada Jalan Tol Semarang-Batang dengan kontribusi Rp766,3 miliar dan di posisi ketiga ada Jalan Tol Solo-Ngawi sebesar Rp651,6 miliar.
Berikut 10 ruas tol milik Jasa Marga dengan pendapatan terbesar hingga Juni 2026:
1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Rp935,6 miliar
2. Jalan Tol Semarang-Batang Rp766,3 miliar
3. Jalan Tol Solo-Ngawi Rp651,6 miliar.
4. Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) Rp607,6 miliar
5. Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi non S Rp599,1 miliar
6. Jalan Tol Cikampek-Padalarang (Cipularang) Rp584,8 miliar
7. Jalan Tol Jakarta-Tangerang Rp523,0 miliar
8. Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit Rp497,3 miliar
9. Jalan Tol Surabaya-Gempol Rp435,9 miliar
10. Jalan Tol Ngawi-Kertosono Rp388,2 miliar
(Rahmat Fiansyah)