sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengamat Prediksi Harga Emas Tembus USD10 Ribu pada 2030

Market news editor Anggie Ariesta
24/01/2026 04:41 WIB
Harga emas berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam empat tahun ke depan seiring dengan pergeseran besar ekonomi global.
Pengamat Prediksi Harga Emas Tembus USD10 Ribu pada 2030 (FOTO:iNews Media Group)
Pengamat Prediksi Harga Emas Tembus USD10 Ribu pada 2030 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Harga emas dunia diprediksi akan kembali mengukir sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa hingga tahun 2030.

Pada perdagangan Jumat (23/1/2026) pukul 05.36 GMT, harga emas menguat 0,4 persen ke level USD4.957,10 per troy ons.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee menilai reli kenaikan ini masih jauh dari kata usai. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam empat tahun ke depan seiring dengan pergeseran besar ekonomi global.

"Emas itu di 2030 diperkirakan masuk ke USD 10.000 per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang, tapi tahun ini saja targetnya USD 5.400-an (harga) emas," kata Hans Kwee dalam acara Edukasi Wartawan secara virtual, Jumat (23/1/2026).

Hans Kwee menjelaskan bahwa kenaikan harga emas saat ini didorong oleh faktor yang lebih fundamental daripada sekadar ketegangan geopolitik. Mengutip proyeksi lembaga keuangan dunia seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas diprediksi naik hingga 20 persen dalam waktu dekat.

Dunia saat ini dinilai tengah mengalami fase de-dolarisasi, di mana bank sentral berbagai negara mulai beralih menumpuk emas sebagai cadangan devisa karena kekhawatiran terhadap keamanan aset berbasis dolar AS.

"Emas ini naik karena tensi geopolitik menyebabkan orang cenderung bergerak ke emas, tapi yang kedua adalah sesudah perang Ukraina-Rusia, dolar Rusia itu dibekukan, sehingga dunia itu menyadari, 'kita enggak bisa megang dolar lagi.' Kemudian setelah Trump jadi presiden lagi, dunia tau bahwa perang tarif ini merugikan mereka sehingga mereka tidak mau pegang dolar, beralih ke emas. Ini menyebabkan bank sentral itu beli emas terus," ujarnya.

Hans menambahkan bahwa fenomena transisi global ini menjadi pendorong utama yang sangat kuat bagi aset safe haven tersebut.

"Kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah meninggalkan dolar dengan memegang emas," kata dia.

Kenaikan harga emas dunia berdampak langsung pada harga logam mulia di dalam negeri. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam 24 karat hari ini mengalami lonjakan drastis sebesar Rp90.000 per gram, membawanya ke level rekor baru Rp2.880.000 per gram.

Lonjakan harga ini mencerminkan tingginya permintaan investor domestik untuk mengamankan aset di tengah fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian pasar finansial global.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement