IDXChannel - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,56 triliun sepanjang 2025. Capaian ini melemah 36,05 persen dari Rp5,57 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary APLN Justini Omas menyampaikan, meskipun kinerja tengah menurun, namun perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya hunian dan kawasan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (18/3/2026).
Dia mengungkapkan, kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang menjadi penopang bisnis perseroan sepanjang 2025.
Penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama pendapatan dengan nilai mencapai Rp1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp 588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar.
Kemudian di segmen properti komersial, perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.
Sementara itu, APLN mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp1,36 triliun yang berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta pendapatan lainnya.
Saat ini, perseroan tercatat memiliki dan mengoperasikan sejumlah hotel seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.
Nilai marketing sales tercatat sebesar Rp1,41 triliun yang berasal dari berbagai proyek unggulan yang dikembangkan di sejumlah kota di Indonesia.
Selanjutnya, beban pokok penjualan dan beban langsung ikut turun dari Rp3,13 triliun di 2024 menjadi Rp2,09 triliun pada 2025.
Laba bruto pun tercatat Rp1,47 triliun di 2025, turun 39,66 persen secara tahunan (yoy) dari Rp2,44 triliun. Penurunan ini disebabkan pada tahun 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.
Sehingga, APLN mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp112,84 miliar di 2025, turun 82,19 persen yoy dari Rp633,86 miliar.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp4,97 di 2025, turun dari Rp27,92 di 2024.
(Dhera Arizona)