sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penjualan Mark Dynamics (MARK) Meningkat 24 Persen pada Kuartal I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
27/04/2026 13:18 WIB
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melanjutkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama tahun ini.
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melanjutkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama tahun ini. (Foto: Ist)
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melanjutkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama tahun ini. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melanjutkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama tahun ini. Produsen cetakan sarung tangan itu membukukan penjualan senilai Rp251 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh sekitar 24 persen secara tahunan.

Dalam laporan keuangan yang dikutip Senin (27/4/2026), penjualan MARK meningkat, baik dari pasar ekspor maupun lokal. Untuk ekspor, penjualan tumbuh 20 persen menjadi Rp208 miliar, sedangkan untuk lokal melesat hingga 48 persen menjadi Rp43 miliar.

Produk cetakan sarung tangan mendominasi total penjualan sebesar Rp222,7 miliar atau 89 persen dari total penjualan. Sementara sisanya disumbang oleh peralatan pertanian Rp18 miliar dan peralatan rumah Rp10 miliar.

Seiring kenaikan bahan baku, beban pokok penjualan atau COGS meningkat 37 persen menjadi Rp133 miliar seiring kenaikan penjualan. Meski begitu, laba kotor tetap naik sebesar 11 persen menjadi Rp118 miliar, mencerminkan penurunan margin dari 52 persen menjadi 47 persen.

Laba usaha MARK meningkat 20 persen menjadi Rp102,2 miliar dengan margin 40,7 persen. Kenaikan laba usaha tersebut seiring penurunan beban usaha sebesar 23 persen menjadi Rp15,8 miliar.

Dengan demikian, laba bersih meningkat 19 persen menjadi Rp83,4 miliar pada kuartal I-2026, dengan laba per saham dasar menjadi Rp21,95. Margin laba bersih sedikit turun dari 34 persen menjadi 33 persen.

Peningkatan kinerja perseroan juga tercermin dari penguatan posisi keuangan. Posisi kas dan setara kas melesat hingga 59 persen menjadi Rp143 miliar. Dari sisi liabilitas, MARK juga melunasi utang bank jangka pendek sebesar Rp56,5 miliar, sehingga membuat beban keuangan berkurang signifikan.

Hingga 31 Maret 2026, posisi ekuitas tumbuh 9 persen menjadi Rp982 miliar. Adapun saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp829,5 miliar.

Dari sisi arus kas (cashflow), arus kas dari aktivitas operasional (CFO) meningkat 78 persen menjadi Rp119 miliar, seiring melonjaknya penerimaan kas pelanggan. Sementara, belanja modal terserap Rp6,6 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement