Dengan demikian, laba bersih meningkat 19 persen menjadi Rp83,4 miliar pada kuartal I-2026, dengan laba per saham dasar menjadi Rp21,95. Margin laba bersih sedikit turun dari 34 persen menjadi 33 persen.
Peningkatan kinerja perseroan juga tercermin dari penguatan posisi keuangan. Posisi kas dan setara kas melesat hingga 59 persen menjadi Rp143 miliar. Dari sisi liabilitas, MARK juga melunasi utang bank jangka pendek sebesar Rp56,5 miliar, sehingga membuat beban keuangan berkurang signifikan.
Hingga 31 Maret 2026, posisi ekuitas tumbuh 9 persen menjadi Rp982 miliar. Adapun saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp829,5 miliar.
Dari sisi arus kas (cashflow), arus kas dari aktivitas operasional (CFO) meningkat 78 persen menjadi Rp119 miliar, seiring melonjaknya penerimaan kas pelanggan. Sementara, belanja modal terserap Rp6,6 miliar.
(Rahmat Fiansyah)