Kenaikan beban usaha terutama berasal dari iklan dan promosi yang merupakan pos terbesar dari total beban usaha. Pos ini meningkat 12 persen menjadi Rp2,86 triliun.
Di samping itu, beban gaji juga naik 7,4 persen menjadi Rp800 miliar, terutama disumbang oleh gaji divisi penjualan yang naik 21 persen. Sementara beban logistik terpantau stabil di level Rp598 miliar meski penjualan meningkat.
Mayora juga memperoleh laba dari selisih kurs hingga Rp231 miliar, naik 55 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp148 miliar. Hal ini merupakan imbas dari penjualan ekspor yang diuntungkan oleh apresiasi dolar AS.
Laba sebelum pajak mencapai Rp3,62 triliun, turun 6,8 persen. Setelah dikurangi pajak, laba bersih Mayora terkontraksi 4,5 persen menjadi Rp2,9 triliun imbas beban pajak yang lebih rendah.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas Mayora pada akhir 2025 cukup solid dengan nilai Rp5,8 triliun, naik 27 persen. Sementara ekuitas tumbuh 7,6 persen menjadi Rp18,1 triliun seiring laba bersih yang diraih perseroan.
(Rahmat Fiansyah)