IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun tajam pada Jumat (27/2/2026), melanjutkan koreksi signifikan 1,04 persen sehari sebelumnya, seiring pasar merespons peringatan dari S&P Global Ratings.
Lembaga pemeringkat tersebut mengingatkan tekanan fiskal yang meningkat, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, berpotensi memperlemah profil kredit Indonesia dan dapat berujung pada penurunan peringkat.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.10 WIB, IHSG melemah tajam 1,55 persen ke 8.107,26. Dengan ini, IHSG terkoreksi 1,55 persen dalam sepekan dan merosot 9,32 persen dalam sebulan terakhir.
Sebanyak 504 saham turun, hanya 117 saham naik, dan 337 sisanya stagnan.
Saham-saham konglomerat dari Grup Barito, Sinarmas, Astra, hingga Bakrie menjadi pemberat utama indeks.
Melansir dari Bloomberg, sovereign analyst S&P Global Ratings Rain Yin mengatakan dalam webinar kawasan Asia Pasifik pada Kamis (26/2/2026), pembayaran bunga utang ‘sangat mungkin’ melampaui ambang batas penting 15 persen dari pendapatan pemerintah tahun lalu.