“Dua perkembangan yang kami cermati dengan sangat hati-hati adalah kerangka fiskal jangka menengah, apakah tetap berlabuh pada kebijakan aturan fiskal yang sudah mapan, dan kedua, perkembangan penerimaan,” ujar Yin.
Menurut catatan Bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok paling dalam dalam beberapa dekade pada akhir Januari setelah MSCI Inc memperingatkan Indonesia berpotensi diturunkan dari status pasar negara berkembang apabila gagal mengatasi kekhawatiran terkait investabilitas dan transparansi.
Regulator bergerak cepat dengan meluncurkan rencana reformasi pasar, termasuk peningkatan persyaratan porsi saham beredar di publik atau free float.
S&P menilai penurunan tajam IHSG belakangan ini tidak serta-merta berdampak langsung terhadap peringkat kredit negara.
Namun, lembaga tersebut menegaskan pentingnya memulihkan kepercayaan investor asing guna menghindari risiko arus keluar modal (outflow risk) yang dapat meningkatkan biaya pembiayaan, menekan nilai tukar rupiah, serta melemahkan kondisi keuangan publik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.