sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perkuat Bisnis Emas, Indika Energy (INDY) Peroleh Fasilitas Pinjaman dari Bank DBS Rp2,8 Triliun

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/08/2026 06:25 WIB
PT Indika Energy Tbk resmi memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia senilai USD155 juta atau setara dengan Rp2,8 triliun.
PT Indika Energy Tbk resmi memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia senilai USD155 juta atau setara dengan Rp2,8 triliun. (Foto: Ist)
PT Indika Energy Tbk resmi memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia senilai USD155 juta atau setara dengan Rp2,8 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indika Energy Tbk resmi memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia senilai USD155 juta atau setara dengan Rp2,8 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Pinjaman ini akan digunakan dalam rangka memperkuat bisnis emas milik perseroan.

Perseroan bersama anak usahanya PT Indika Inti Corporindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte Ltd meneken kesepakatan dengan PT Bank DBS Indonesia pada Rabu (5/8/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, perseroan dan anak usahanya bertindak sebagai penerima dan penanggung awal, sedangkan Bank DBS bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman, agen dari pihak pembiayaan, bank rekening, dan agen jaminan.

"Selain perjanjian fasilitas, perseroan dan para pihak juga menandatangani Surat Fasilitas, Dokumen Jaminan, termasuk Perjanjian Konfirmasi Jaminan, dan Surat Tambahan untuk Perjanjian Antarkreditur," kata Sekretaris Perusahaan PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, Kamis (6/8/2026).

Perjanjian fasilitas tersebut dijamin secara pari passu sesuai dengan ketentuan dalam Indenture yang mengatur Surat Utang Senior perseroan dengan tingkat bunga 8,75 persen dan jatuh tempo pada 2029.

Adi menjelaskan, dana fasilitas pinjaman ini rencananya dipakai seluruhnya untuk membiayai belanja modal (capital expenditure atau capex) pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan melalui anak usahanya, PT Masmindo Dwi Area.

"Transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya transisi perseroan yang lebih luas dari bisnis batu bara menuju bisnis yang lebih terdiversifikasi," kata Adi.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement