Theodorus menjelaskan bahwa capaian kinerja MTEL hingga triwulan III-2026 didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan.
Di tengah dinamika industri telekomunikasi, MTEL disebut Theodorus tidak hanya berfokus pada tren pertumbuhan, melainkan juga pada kualitas pengembangan dan keberlanjutan profitabilitas.
Hal tersebut ditempuh dengan terus memperkuat produktivitas aset, menjaga disiplin alokasi belanja modal, serta memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja dan penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan.
Hingga September 2026, MTEL tercatat telah mengoperasikan 40.704 menara telekomunikasi, dengan 24.333 kolokasi dan total 65.037 tenant.
Sedangkan Tenancy ratio meningkat menjadi 1,60 kali pada September 2026, dari sebelumnya 1,55 kali pada periode September 2025, yang mencerminkan peningkatan pemanfaatan infrastruktur menara melalui penambahan kolokasi, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa, seiring dengan pemerataan konektivitas di Indonesia.
Sementara, pada segmen fiber optik, billable fiber length mencapai 76.761 km, atau mengalami pertumbuhan sebesar 13,3 persen secara tahunan.