sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Garuda Catat Pendapatan Tumbuh 13,2 Persen hingga Kuartal III-2026 di Tengah Tekanan Biaya Avtur

Market news editor Nia Deviyana
30/10/2026 18:37 WIB
Pertumbuhan tersebut mencerminkan perkembangan positif dari agenda transformasi bisnis yang tengah dijalankan Perseroan.
Garuda Catat Pendapatan Tumbuh 13,2 Persen hingga Kuartal III-2026 di Tengah Tekanan Biaya Avtur. Foto: iNews Media Group.
Garuda Catat Pendapatan Tumbuh 13,2 Persen hingga Kuartal III-2026 di Tengah Tekanan Biaya Avtur. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mempertahankan momentum pertumbuhan pendapatan di tengah tekanan biaya bahan bakar yang masih membayangi industri penerbangan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan konsolidasi USD2,71 miliar, tumbuh 13,2 persen secara tahunan atau meningkat USD316,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan perkembangan positif dari agenda transformasi bisnis yang tengah dijalankan Perseroan, ditopang pertumbuhan pendapatan layanan penerbangan berjadwal, meningkatnya kontribusi bisnis non-penerbangan, serta pemulihan kapasitas dan keandalan operasional.

Dari sisi komposisi pendapatan, bisnis penerbangan berjadwal masih menjadi kontributor utama pertumbuhan dengan kenaikan 12,6 persen atau setara USD233,2 juta. Sementara itu, pendapatan penerbangan non-berjadwal meningkat 2,1 persen atau USD6,3 juta.

Di luar bisnis penerbangan, pendapatan dari lini usaha non-penerbangan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni sebesar 31,3 persen menjadi USD322,8 juta, atau meningkat USD77 juta secara tahunan. Perkembangan ini mengindikasikan semakin besarnya potensi diversifikasi bisnis Grup dalam memperluas sumber pertumbuhan pendapatan.

Kinerja tersebut dicapai di tengah tekanan biaya industri yang masih signifikan, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar penerbangan seiring volatilitas pasar energi global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Sepanjang periode pelaporan, beban bahan bakar Grup meningkat 42,9 persen secara tahunan atau setara USD309,8 juta, sehingga turut mendorong kenaikan total beban operasional sebesar 15,7 persen.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement