sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rencana MSCI Picu Volatilitas Pasar, Investor Wajib Cermati Strategi Investasi

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
30/10/2026 18:45 WIB
Tekanan jangka pendek berpotensi berasal dari investor asing aktif yang memilih mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia lebih awal.
Rencana MSCI Picu Volatilitas Pasar, Investor Wajib Cermati Strategi Investasi. (Foto Istimewa)
Rencana MSCI Picu Volatilitas Pasar, Investor Wajib Cermati Strategi Investasi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati investor di tengah volatilitas pasar keuangan. MSCI meluncurkan konsultasi pada 15 Oktober 2026 terkait usulan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. 

Konsultasi menerima masukan hingga 30 April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Dalam kondisi tersebut, investor perlu mempertimbangkan strategi diversifikasi portofolio berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko, termasuk memahami karakteristik Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah.

“Berdasarkan pemantauan kami pada periode 19-23 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.439,26, menguat 254,15 poin atau 4,90 persen dalam sepekan, sementara investor asing melakukan net sell sebesar Rp6,67 triliun selama sepekan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya bagi investor untuk mencermati dinamika pasar dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Direktur PT Insight Investments Management (IIM) Camar Remoa dalam pernyataan resminya, Jumat (30/10/2026).

Usulan MSCI tersebut berkaitan dengan sejumlah perhatian terhadap aksesibilitas investasi (investability), transparansi kepemilikan saham, dan penegakan aturan di pasar saham Indonesia. MSCI melanjutkan pembekuan sejumlah perubahan indeks terkait saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement