"Perkembangan ini membuat investor perlu mencermati respons pasar serta langkah perbaikan yang ditempuh otoritas terkait," katanya.
Meskipun keputusan final MSCI masih menunggu proses konsultasi, kata dia, dampak terhadap aliran dana dapat muncul sebelum keputusan tersebut ditetapkan. Tekanan jangka pendek berpotensi berasal dari investor asing aktif yang memilih mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia lebih awal.
Sementara itu, dampak terhadap dana pasif akan bergantung pada keputusan klasifikasi dan implementasi kebijakan indeks selanjutnya.
Dia menegaskan, pergerakan pasar saham juga perlu dicermati bersamaan dengan perkembangan nilai tukar rupiah. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) tercatat sebesar Rp18.069 per USD pada 23 Oktober 2026.
Arus keluar dari pasar saham berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar, meskipun pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk kebijakan suku bunga global, kondisi neraca eksternal, dan sentimen terhadap pasar negara berkembang.