Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro menyampaikan bahwa perkembangan kinerja hingga September 2026 memberikan indikasi positif terhadap arah transformasi, khususnya dalam memperkuat produktivitas dan mengoptimalkan potensi bisnis di seluruh Grup.
“Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha Grup. Meningkatnya pendapatan bisnis non-penerbangan mencerminkan potensi pengembangan kapabilitas dan sinergi antarentitas usaha yang terus kami optimalkan sebagai bagian dari transformasi, guna memperkuat ketahanan bisnis dan mendukung pemulihan kinerja keuangan secara berkelanjutan,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, optimalisasi potensi seluruh entitas usaha juga menjadi bagian dari strategi transformasi yang dijalankan melalui dukungan berkelanjutan Danantara sebagai pemegang saham, khususnya dalam memperkuat produktivitas dan efektivitas pemanfaatan aset.
“Dengan dukungan Danantara, kami terus berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi nilai ekonomi dari aset dan kapabilitas yang dimiliki, serta penguatan sinergi antarentitas usaha. Langkah ini diarahkan untuk memastikan setiap lini bisnis dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap pertumbuhan dan ketahanan kinerja Grup,” ujar dia.
Pemulihan Armada Dorong Pertumbuhan Trafik dan Kinerja Operasional
Sejalan dengan penguatan pendapatan, inisiatif pemulihan armada turut mendukung peningkatan aktivitas penerbangan dan keandalan operasional Garuda Indonesia Group sepanjang sembilan bulan pertama 2026.