"Perkembangan ini semakin memperkuat peran jaringan fiber optik sebagai infrastruktur pendukung konektivitas yang melengkapi bisnis menara, sekaligus memperluas peluang Perseroan dalam memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan dan pengembangan layanan telekomunikasi," ujar Theodorus.
Dalam hal ini, MTEL terus berupaya mengoptimalkan potensi aset eksisting melalui pemanfaatan marketing analytics tools untuk mengidentifikasi peluang kolokasi, memetakan kebutuhan jaringan, dan meningkatkan ketepatan strategi komersial.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat mendorong utilisasi aset yang lebih optimal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat efektivitas pengembangan bisnis.
Tak hanya itu, Perseroan juga memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemantauan infrastruktur, pemeliharaan aset, serta peningkatan efisiensi operasional.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapabilitas MTEL dalam mengelola portofolio infrastruktur yang luas dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Transformasi Mitratel menuju Next-Generation TowerCo dilakukan dengan tetap memperkuat bisnis inti menara dan fiber optik, sekaligus mengembangkan layanan infrastruktur yang menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang terus berkembang," ujar Theodorus.