Direktur Utama Koka Indonesia Gao Jing menegaskan, tidak terdapat hubungan afiliasi antara pihak penjual dan pembeli dalam transaksi tersebut.
Transaksi ini diyakini akan memperluas jaringan bisnis perseroan di bidang konstruksi, khususnya konstruksi infrastruktur.
"Aksi korporasi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," kata Gao Jing.
KOKA merupakan perusahaan konstruksi berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) asal China pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mencatatkan saham perdana pada Oktober 2023.
Didirikan pada 2011, KOKA telah menangani lebih dari 100 proyek konstruksi di Indonesia, mayoritas untuk perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di Tanah Air, termasuk VIVO dan SGWM Wuling.