IDXChannel - Emiten bidang pengolahan dan ekspor produk udang, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) mencatatkan laba bersih Rp5,27 miliar sepanjang 2025. Capaian ini naik 1.414 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp348 juta.
Seiring dengan capaian tersebut, perseroan membukukan pendapatan yang meningkat menjadi Rp564,2 miliar dari Rp322,6 miliar pada tahun sebelumnya, atau tumbuh lebih dari 70 persen.
Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra mengatakan, capaian ini didorong peningkatan permintaan pasar global, di mana volume ekspor produk ke Amerika Serikat (AS) naik menjadi Rp406 miliar dan Jepang sebesar Rp156 miliar.
"Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menunjukkan bahwa perseroan berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan fundamental keuangan sebagai fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang,” katanya dalam public expose, Jakarta, Senin (8/6/2026)
Terkait dividen tahun buku 2025, Ibnu menyatakan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, perseroan memutuskan untuk absen membagikan dividen kepada pemegang saham.
"Dan untuk dividen 2025 kita sesuai dengan RUPS tadi untuk 2025 kita tidak membagikan dividen," katanya.
Namun, kata Ibnu Syena, perseroan berjanji akan terus meningkatkan kinerja. Sehingga, ke depan perseroan bisa membagikan dividen kepada pemegang saham di tahun depan.
"Kalau dikeluarkan, mungkin tahun 2026 jika net profit lebih bagus dari tahun ini kami usahakan untuk membagikan dividen," ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri seafood, perseroan melayani pasar ekspor utama di Amerika Serikat (AS) dan Jepang, didukung oleh sertifikasi internasional, kapasitas produksi yang besar, serta jaringan ekspor global yang memperkuat daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan.
Perseroan menjalankan model bisnis terintegrasi yang mencakup proses dari pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan dingin (cold storage), hingga distribusi ekspor kepada pelanggan.
Model ini memungkinkan perseroan menjaga kualitas produk secara konsisten, mengontrol pasokan bahan baku, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta mengurangi risiko dalam rantai pasok (supply chain).
"Integrasi tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif utama perseroan dalam memperkuat daya saing di industri pengolahan dan ekspor seafood," kata Ibnu Syena.
Sekadar informasi, dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan meningkat menjadi sekitar Rp439,9 miliar, mencerminkan penguatan posisi keuangan dan dukungan terhadap aktivitas usaha.
Di saat yang sama, perseroan mampu menjaga liabilitas tetap terkendali, sementara ekuitas meningkat menjadi sekitar Rp184,6 miliar. Kondisi ini menunjukkan struktur permodalan yang semakin kuat dan sehat.
(Dhera Arizona)