Perseroan menjalankan model bisnis terintegrasi yang mencakup proses dari pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan dingin (cold storage), hingga distribusi ekspor kepada pelanggan.
Model ini memungkinkan perseroan menjaga kualitas produk secara konsisten, mengontrol pasokan bahan baku, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta mengurangi risiko dalam rantai pasok (supply chain).
"Integrasi tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif utama perseroan dalam memperkuat daya saing di industri pengolahan dan ekspor seafood," kata Ibnu Syena.
Sekadar informasi, dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan meningkat menjadi sekitar Rp439,9 miliar, mencerminkan penguatan posisi keuangan dan dukungan terhadap aktivitas usaha.
Di saat yang sama, perseroan mampu menjaga liabilitas tetap terkendali, sementara ekuitas meningkat menjadi sekitar Rp184,6 miliar. Kondisi ini menunjukkan struktur permodalan yang semakin kuat dan sehat.
(Dhera Arizona)