Menurutnya, penurunan harga minyak berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral, serta menurunkan risiko kenaikan biaya energi bagi dunia usaha.
"Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak juga dinilai dapat memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, Hendra memproyeksikan IHSG bergerak cenderung melemah dengan level support di 6.060 dan resistance di 6.300. Selama indeks masih bertahan di atas level support tersebut, pelemahan dinilai masih merupakan koreksi yang wajar sebagai respons terhadap sentimen pasar.
Namun, dia mengingatkan apabila level 6.060 ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia diperkirakan dapat membantu meredam tekanan jual sehingga koreksi IHSG tidak berlangsung terlalu dalam.
(Dhera Arizona)