Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp750 miliar untuk menyerap saham di pasar. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan juga menunjuk BNI Sekuritas untuk melakukan perdagangan selama periode buyback.
Petrindo tak mengumumkan seberapa banyak saham yang dibeli dan dana yang dihabiskan dalam buyback tersebut. Namun, berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per akhir Februari 2026, jumlah saham hasil buyback alias saham treasuri perseroan bertambah 10,2 juta saham menjadi 14,38 juta saham atau setara 0,0128 persen dari total saham yang beredar.
Prajogo Pangetu tercatat sebagai pemegang saham Petrindo dengan kepemilikan 94,54 miliar saham atau setara dengan 84,1 persen. Adapun masyarakat memiliki 17,8 miliar saham atau 15,9 persen dan sisanya merupakan saham treasuri.
Saham CUAN berakhir menguat pada perdagangan sore ini. Saham emiten pertambangan tersebut naik 2,35 persen ke level Rp1.305 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp146,7 triliun. Dalam sebulan terakhir, saham CUAN turun sekitar 20 persen.
(Rahmat Fiansyah)