Michael mengungkapkan, tujuan akuisisi SINI untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan terintegrasi.
Sebagai informasi, SINI saat ini dikuasai oleh PT Autum Prima Indonesia dengan porsi 16,99 persen. Selain itu, ada juga entitas Evergrace International Trading Limited (7,48 persen) dan Batubara Development Pte Ltd (6,2 persen). Sementara porsi masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5 persen mencapai 41,55 persen.
Saat ini, harga saham SINI diperdagangkan di level Rp14.950 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp17,98 triliun. Dalam setahun terakhir, harga saham emiten yang sebelumnya bergerak di bidang perdagangan kayu ini melejit lebih dari 500 persen.
(Rahmat Fiansyah)