Secara operasional, PGN mencatat volume niaga gas sebesar 836 BBTUD sementara transmisi gas bumi naik 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD. Kenaikan ini seiring meningkatnya penyerapan gas bumi oleh pelanggan.
Untuk segmen bisnis infrastruktur LNG, volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen. Sedangkan di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan existing.
Sepanjang tahun lalu, PGN juga terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 kilometer (km) jaringan pipa distribusi jarga, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84 persen.
Fajriyah menambahkan, PGN juga senantiasa menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujarnya.