IDXChannel - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memastikan penyaluran dana untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi tidak sepenuhnya mengandalkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).
BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini secara aktif mengoptimalkan kekuatan neraca keuangan (balance sheet) mandiri demi menutup kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Sebagai fiscal tools, SMF itu menyediakan 25 persen pendanaan untuk KPR FLPP. Tahun ini kurang lebih targetnya tetap 350.000 unit MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Dan untuk itu suku bunganya tetap tidak berubah, fixed rate 5 persen," kata Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Meskipun memiliki tanggung jawab besar, kapasitas anggaran negara tidak sepenuhnya menanggung beban pembiayaan perumahan bersubsidi tersebut. Perseroan secara mandiri menutup kekurangan pendanaan dengan memanfaatkan kekuatan neraca keuangan serta menerbitkan instrumen utang di pasar modal.
"Untuk itu, selama ini dari 2017 hingga Juni 2026, SMF itu dalam menjalankan penugasan FLPP begini, SMF itu diberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kurang lebih ada Rp17,9 Triliun, tapi kita harus menyalurkan porsi pembiayaan itu adalah Rp36,7 Triliun. Sisanya dari mana? Dari balance sheet-nya SMF sendiri," kata Ananta.