"Kalau kita lihat dampak ekonomi atau dampak sosial di luar yang profit and loss ya, untuk yang namanya FLPP kan sangat bagus. Ya, dengan satu triliun pada sektor perumahan berdampak peningkatan PDB Rp1,83 triliun, pengurangan kemiskinan kurang lebih 6.000 orang, multiplier effect pada 180-an sektor, dan juga menciptakan aktivitas kesehatan ratusan juta, dan berdampak positif pada sektor pendidikan dengan kenaikan Rp1,38 miliar," kata dia.
Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, SMF mengintensifkan kolaborasi lintas lembaga. Terlebih pada tahun ini, target realisasi FLPP mencapai 350 ribu rumah, yang juga turut melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Kita akan benar-benar dengan seluruh stakeholder dengan BP Tapera, perbankan, kita akan mencoba target 350 ribu unit itu tercapai tahun ini. Untuk itu 25 persennya pendanaan harus siap," kata Ananta.
(kunthi fahmar sandy)