Selain itu, PGN juga mencatat rugi kurs sebesar USD7,2 juta. Ditambah, beban keuangan yang mencapai USD99,5 juta meski lebih rendah daripada 2024 yang sebesar USD75,3 juta.
PGN juga menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi dan optimatilasi kas serta pengelolaan portofolio yang prudent. Pada 2025, beban umum dan administrasi turun 17 persen atau setara USD33,3 juta.
Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar USD971,2 juta. Dari sisi arus kas, PGN mencatat arus kas dari aktivitas operasional sebesar USD657 juta, turun 16,3 persen dibandingkan 2024 yang mencapai USD785 juta. Arus kas yang tebal ini mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok (USD2,68 miliar) dan beban usaha dan aktivitas operasi lainnya (USD482 juta), sedangkan penerimaan dari pelanggan naik 7,1 persen menjadi USD4,1 miliar.
“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman melalui keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).