tumbuh 13,95 persen y-o-y, dan segmen ethical melesat hingga 55 persen y-o-y.
Selain itu, sepanjang 2025, perusahaan juga mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp474,03 miliar.
"Performa apik ini makin diperkuat dengan kemampuan perseroan dalam menekan beban usaha yang berhasil diturunkan sebesar 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar pada 2025 dibandingkan dengan Rp476,12 pada tahun 2024," ujarnya.
Strategi cost restructuring sepanjang tahun 2025 terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi. Hal itu dapat terlihat dari penurunan COGS sebesar 5,41 persen.
Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun signifikan menjadi 47,65 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,65 persen.
"Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan, menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar," tutur dia.