Sementara beban usaha Phapros pada Januari-Maret 2026 juga relatif stabil hanya naik 7,35 persen y-o-y. Pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan dan kemampuan menjaga
stabilitas COGS dan beban usaha, membuat Phapros mencetak laba bersih pada kuartal I/2026 sebesar Rp761,49 juta, naik 112,86 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian Rp5,92 miliar.
Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo optimisitis bahwa perseroan mampu menjaga pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun 2026, kendati menghadapi berbagai tantangan baik di level domestik maupun global.
“Tren kinerja keuangan Phapros menunjukkan perusahaan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Laba bersih tahun 2025 tumbuh 109 persen dan pada kuartal I/2026 tumbuh lebih
besar lagi, yaitu 113 persen secara y-o-y. Untuk itu, kami optimististis bahwa tren ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja, Phapros telah