"Hal ini menunjukkan bahwasanya konsumsi hiburan digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia," ucap Ronny dalam Public Expose Insidentil MSIN yang digelar pada Senin (26/10/2026).
Di sisi lain, Ronny menilai industri hiburan digital Indonesia masih memiliki ruang monetisasi yang besar. Pasalnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan hiburan digital di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asia.
"Sehingga terjadi peluang yang sangat besar untuk meningkatkan monetisasi seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat dan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia," tutur Ronny.
Untuk menangkap peluang tersebut, MSIN menyiapkan empat strategi pertumbuhan bisnis, mulai dari penguatan kualitas konten dan teknologi, perluasan kolaborasi strategis, ekspansi global, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Salah satu fokus ekspansi global perseroan dilakukan melalui pengembangan platform microdrama V+Short yang menyasar pengguna internasional.