BRI Danareksa mencatat funding gap industri perbankan mencapai Rp591 triliun pada Juni 2026.
Pada saat yang sama, penarikan SAL secara penuh meningkat dari Rp299 triliun menjadi Rp890 triliun, dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 92 persen.
Meski demikian, terdapat perkembangan yang dapat meredakan salah satu risiko di sektor perbankan. Kementerian Keuangan telah membayar cicilan pertama pinjaman Agrinas dan Koperasi Desa Merah Putih sebesar Rp37,7 triliun.
Dari jumlah tersebut, BBRI menerima Rp11,9 triliun. Menurut BRI Danareksa, pembayaran tersebut mengurangi risiko reklasifikasi kredit menjadi special mention.
Dari sisi laba, BRI Danareksa memproyeksikan laba sektor perbankan pada 2026 tumbuh 4 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan 11 persen pada semester I 2026. Di luar BBRI, laba perbankan pada paruh kedua 2026 diperkirakan turun sekitar 3 persen secara tahunan.