"Dengan kapabilitas dan infrastruktur laboratorium diagnostik yang komprehensif serta pengalaman panjang dalam pengujian diagnostik, Prodia berada pada posisi yang kuat untuk memimpin pengembangan layanan berbasis precision medicine di Indonesia, melalui integrasi optimal antara layanan klinik dan pemeriksaan diagnostik yang relevan dengan kebutuhan klinis masyarakat yang terus berkembang,” tuturnya.
Untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan seamless, Prodia juga akan memperkuat ekosistem digital melalui U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal.
Aplikasi U by Prodia telah diunduh lebih dari 2,9 juta kali, tumbuh 70 persen dengan total nilai transaksi sebesar 37 persen dan rata-rata pengguna aktif bulanan (Monthly Active User) sebesar 94 persen.
Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi mengatakan, kinerja solid sepanjang 2025 akan menjadi fondasi utama bagi agenda ekspansi perseroan. Pada tahun ini, perseroan akan meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan diagnostik klinis yang semakin komprehensif.
"Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin. Ekspansi jaringan dilakukan secara selektif dan terukur guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang,” ujarnya.