"Ke depan, perseroan akan berfokus pada peningkatan volume dan utilisasi fasilitas produksi. Peningkatan utilisasi diharapkan dapat memperkuat penyerapan biaya tetap, meningkatkan operating leverage, dan mendukung profitabilitas secara bertahap," ujarnya.
Dari sisi neraca, kas dan setara kas perseroan per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp21,8 miliar, meningkat dari Rp10,8 miliar pada akhir 2025. Sepanjang Januari-September 2026, perseroan melakukan pembayaran utang bank sebesar Rp35,8 miliar.
Pada akhir September 2026, total utang berbunga tercatat sebesar Rp60,6 miliar, turun 35,7 persen dari Rp94,3 miliar pada akhir 2025.
(Dhera Arizona)