Pang menilai, komitmen keuangan yang konkret dalam agenda tersebut dapat menjadi kejutan positif bagi investor dan mendorong penilaian ulang saham ASII. Pasalnya, ekspektasi investor saat ini dinilai masih rendah.
DBS mempertahankan rekomendasi beli untuk ASII dengan target harga Rp7.500 per saham.
Di sisi lain, Astra juga tengah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar Penawaran Tender Sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO) atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Sebelumnya, analis UOB Kay Hian Sekuritas Willinoy Sitorus dan Alden Gabriel Lam dalam riset pada 5 Oktober 2026 menilai, sejumlah katalis dapat menopang pergerakan ASII pada periode Juli 2026 hingga Juli 2027.
Katalis tersebut mencakup pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp8 triliun, serta berlanjutnya penundaan insentif kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).