sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Progres Pembangunan Pabrik Soda Api Chandra Asri (TPIA) Capai 66 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/05/2026 17:15 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan bahwa progres pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan, progres pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen. (Foto: Ist)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan, progres pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA) mengumumkan bahwa progres pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen. Pencapaian ini menandai transisi proyek menuju fase pengembangan infrastruktur logistik utama sebagai bagian dari persiapan operasional pabrik.

Setelah menyelesaikan tahapan konstruksi utama, progres proyek pabrik berskala dunia ini kini memasuki fase pembangunan jetty dan tangki penyimpanan. Kehadiran infrastruktur ini akan mendukung kelancaran proses distribusi, penyimpanan, dan pengelolaan logistik produk CA-EDC sekaligus memperkuat konektivitas rantai pasok industri kimia nasional dan regional.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi menilai, pengembangan infrastruktur yang terintegrasi merupakank elemen penting dalam membangun ekosistem kimia nasional yang lebih efisien dan kompetitif. 

"Kami harapkan dalam jangka panjang, fasilitas ini dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis industri kimia di kawasan Asia Tenggara," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Pabrik CA-EDC dirancang untuk mendukung kebutuhan industri domestik terhadap bahan kimia dasar strategis yang terus meningkat. Pada tahap awal operasional, fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun.

Produksi soda kaustik dari fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat keandalan pasokan bahan baku bagi berbagai sektor industri nasional. 

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi tersebut berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai USD293 juta atau setara Rp4,9 triliun. Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka potensi devisa hingga USD300 juta atau setara Rp5 triliun per tahun serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

Selain memberikan kontribusi terhadap penguatan industri nasional, proyek pembangunan pabrik CA-EDC juga menciptakan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini, proyek telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan akan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru ketika mulai beroperasi penuh pada kuartal I-2027.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pertumbuhan yang infklusif, Chandra Asri Group turut melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasional perseroan.

Melalui pembangunan pabrik CA-EDC, Chandra Asri Group terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri hilir kimia nasional dan memperkuat ketanahan pasokan bahan kimia strategis nasional. Fasilitas ini diproyeksikan dapat mensubsitusi impor, mendukung penguatan hilirisasi, serta menciptakan dampak ekonomi lokal dan nasional.

Selain itu, Pabrik CA-EDC turut berkontribusi dalam membuka lapangan kerja serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kimia regional di Asia Tenggara.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement