Dengan beban usaha yang mencapai Rp12,5 miliar, Proline membukukan rugi operasional Rp7,65 miliar. Kondisi tersebut semakin diperberat dengan beban keuangan yang mencapai Rp1,3 miliar.
Dari laporan arus kas, Proline juga masih mencatat arus kas dari aktivitas operasi negatif sebesar Rp13,8 miliar. Penerimaan dari pelanggan yang turun dan pembayaran kepada pihak ketiga membuat arus kas minus.
Dengan pelemahan kinerja tersebut, kas dan setara kas tersisa Rp1,7 miliar pada akhir Juni 2026, turun dari Rp10,8 miliar pada akhir 2025. Piutang relatif stabil di kisaran Rp3,5 miliar dengan angka persediaan Rp28,9 miliar.
Sementara itu, aset Proline tercatat sebesar Rp186 miliar dengan liabilitas Rp112 miliar dan ekuitas Rp74 miliar.
Proline yang merupakan anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) baru saja IPO pada 9 Juli 2026. Harga sahamnya saat ini berada di level Rp272 per saham, di atas harga IPO yang ditetapkan sebesar Rp120 per saham.
(Rahmat Fiansyah)