Dari sudut pandang teknikal, ia menilai ruang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka. “Secara teknikal, IHSG memiliki peluang untuk menuju angka all-time high (ATH) di 8.500 ke atas, selama mampu mempertahankan area 8.370,” imbuh dia.
Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), dengan konsensus memperkirakan bank sentral tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Dari sisi perdagangan, IHSG menguat 0,68 persen ke level 8.419,12 hingga penutupan sesi I Rabu (19/11/2025). Indeks acuan tersebut sempat menyetuh ATH pada perdagangan intraday 10 November 2025, yakni di area 8.478,15.
Wall Street Merah
Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melemah pada Selasa, dengan S&P 500 mencatat penurunan empat hari beruntun—terpanjang dalam tiga bulan—di tengah kekhawatiran valuasi yang menghantui saham-saham terkait AI seperti Nvidia.
Penurunan saham Home Depot setelah laporan kinerja dan proyeksinya turut membebani pasar.