Kondisi itu dinilai menjadi salah satu alasan investor asing terus mengurangi eksposurnya di pasar saham domestik.
Selain tekanan dari sisi moneter, Samuel juga menilai persepsi investor terhadap kebijakan pemerintah menjadi faktor yang ikut membebani pasar.
Menurut mereka, berbagai kebijakan yang diluncurkan dalam beberapa bulan terakhir dinilai meningkatkan policy risk premium, sehingga investor meminta imbal hasil lebih tinggi untuk menempatkan dana di Indonesia.
Beberapa faktor yang menjadi sorotan antara lain meningkatnya kekhawatiran terhadap disiplin fiskal, perubahan desain sejumlah program pemerintah, sentralisasi modal dan ekspor sumber daya alam (SDA), pembentukan Danantara beserta kewenangannya, hingga berbagai perubahan kebijakan yang dinilai berlangsung cukup cepat sebelum memiliki kepastian implementasi.
Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor.
Di sisi lain, Samuel menilai pelemahan rupiah bukan sekadar fenomena jangka pendek.