“Pasar saat ini diperdagangkan pada valuasi setara periode krisis. Meski demikian, kami belum melihat adanya katalis yang jelas untuk menopang harga saham yang terus melemah,” tulis Samuel.
Sementara, kata Samuel, investor asing terus melakukan aksi jual, termasuk pada saham-saham perbankan besar yang selama ini menjadi tulang punggung pasar modal Indonesia.
Terkait isu MSCI, Samuel menilai dampak negatifnya sebagian besar telah tercermin dalam harga saham.
Meskipun Indonesia masih menghadapi persoalan transparansi kepemilikan saham dan free float, peluang Indonesia diturunkan dari status emerging market menjadi frontier market dinilai relatif kecil.
“Isu MSCI tampaknya sebagian besar telah diperhitungkan oleh pasar (priced in). Kami juga melihat probabilitas Indonesia diturunkan ke status Frontier Market relatif rendah,” kata Samuel.