sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prospek Sektor Kesehatan Cerah, OMED Bidik Pendapatan Rp2,3 Triliun pada 2026 

Market news editor Rahmat Fiansyah
09/02/2026 16:45 WIB
PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membidik pendapatan sebesar Rp2,3 triliun pada 2026, seiring dengan sektor kesehatan yang memiliki prospek cerah.
OMED membidik pendapatan sebesar Rp2,3 triliun pada 2026, seiring dengan sektor kesehatan yang memiliki prospek cerah. (Foto: Ist)
OMED membidik pendapatan sebesar Rp2,3 triliun pada 2026, seiring dengan sektor kesehatan yang memiliki prospek cerah. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Jayamas Medica Industri Tbk atau Onemed (OMED) membidik pendapatan sebesar Rp2,3 triliun pada 2026, seiring dengan sektor kesehatan yang masih memiliki prospek cerah.

Emiten manufaktur dan distribusi alat kesehatan itu menargetkan pendapatan bisa tumbuh hingga dua digit, ditopang oleh kuatnya permintaan di sektor kesehatan nasional, termasuk dari segmen kesehatan swasta.

Sepanjang Januari-September 2025, OMED meraup pendapatan sebesar Rp1,47 triliun. Angka itu tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,36 triliun.

"OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh di kisaran 10-15 persen secara tahunan," kata Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Hartanto melalui keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Selain itu, kata Louis, perseroan menargetkan margin laba kotor tetap terjaga di level 30 persen. Sementara penjualan ekspor alkes diharapkan bisa berada di kisaran USD1-USD1,5 juta.

Sektor kesehatan Indonesia dinilai terus memperoleh dukungan kuat dari pemerintah pada tahun ini. Hal ini tercermin dari peningkatan anggaran kesehatan nasional dari Rp211 triliun pada 2025 menjadi Rp244 triliun pada 2026.

"Kebijakan pemerintah tetap difokuskan pada peningkatan aksesabilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang, termasuk penguatan kapabilitas industri kesehatan dan farmasi dalam negeri," tuturnya.

Selain program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terus meluas, tekanan pendanaan masih berlanjut seiring rasio klaim yang melampaui penerimaan iuran. Dalam konteks tersebut, segmen layanan kesehatan swasta diperkirakan tetap resilien, didorong oleh permintaan layanan kesehatan dengan kompleksitas lebih tinggi, layanan nonBPJS, produk consumable medic, serta pengembangan infrastruktur kesehatan.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan kesiapan operasional, OMED menetapkan alokasi belanja modal sebesar Rp62 miliar pada 2026. Belanja modal tersebut akan difokuskan pada penambahan mesin untuk memperluas kapasitas produksi di fasilitas Mojoagung dan Krian, serta pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta.

"Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement